Bahan ajar
ANALISIS BAHAN
AJAR SISWA MADRASAH TSANAWIYAH KELAS VII
DURUSU AL-LUGHATI AL-‘ARABIYYAH
(TINJAUAN DARI
SEGI KELAYAKAN PENYAJIAN)
Nur Asiyah
IAIN Sultan
Amai Gorontalo
Abstrak:
Penelitian ini
bertujuan untuk mendekskripsikan sebuah
pembelajaran yang efektif harus memiliki acuan sebagai sumber belajar, dalam
hal ini menggunakan buku ajar yang berisi materi pembelajaran sesuai silabus,
standar kompetensi dan kompetensi dasar pada buku durusu al-lughati
al-‘arabiyyah . Buku ajar yang digunakan oleh guru dan siswa dalam
sebuah pembelajaran, khususnya pembelajaran bahasa Arab. Yang ditinjau dari
aspek kelayakan penyajian. Penelitian ini merupakan penelitian dengan
pendekatan kualitatif, sedangkan jenis penelitian yang digunakan adalah
penelitian kepustakaan (Library Research), dimana data-data yang didapat
berasal dari dokumen-dokumen yang relevan seperti buku, jurnal, kitab, artikel,
dan tulisan-tulisan tertentu, permasalahan yang diangkat yaitu bagaimana
kelayakan bahan ajar yang sesuai berdasarkan tinjauan penyajian Hasil penelitian
ini menunjukan bahwa buku tersebut cocok
berdasarkan tinjauan penyajian untuk
digunakan oleh siswa tingkat MTS kelas VII.
Kata Kunci: Analisis bahan ajar,
Bahasa Arab, Kelayakan penyajian
Abstrac:
This study aims to describe an affctive learning must
have a reference as a source of learning, in this case using a textbook that
contains learning materials according to the sylabus, competency standars and
basic competencies in the book durusu
al-lughati al-‘arabiyyah. Textbooks used by teachers and students
in a learning, especially Arabic Learning. Reviewed from the espects of the
feasibility of the presentation.This research is a research with a qualitative
approach. While type of research used is library research, where the data
obtained comes from relevant documents such as books, journals, books,
articles, an writings certain, the problem that appointed that is how the
appropriateriasess of teaching materials is appropriate bassed on the review presentation
of the results of this study shows that the book is suitable on the review
presentation MTS grade VII students.
Key Word: analysis, Arabic Learning, presentation eligibility
A.
Pendahuluan
Secara umum, buku teks merupakan buku yang berisi uraian bahan
tentang mata pelajaran atau bidang studi tertentu, yang disusun secara
sistematis dan telah diseleksi berdasarkan tujuan tertentu, orientasi
pembelajaran, dan perkembangan siswa untuk diasimilasikan.[1]
Kita sebagai
guru sebelum mengajar peserta didik harus menganalisis teks buku mata pelajaran
yang akan dipelajari, pendidik harus menganalisis apakah buku tersebut sudah
pas untuk anak didik, karena dengan
menganalisis pendidik tidak melakukan kekeliruan atau
kesalahan dalam masalah menetentukan materi yang diajarkan.
Adapun cara dalam mendesain materi salah satunya dengan
merancang suatu konsep yang menanmpilkan urutan-uratan gambar
tentang konsep materi yang tersusun sesuai dengan ilmu pengetahuan
itu sendiri, tanpa memindahkan topik bahasan yang dinginkan. Buku pelajaran
juga rawan berisisi materi yang mamapu membentuk benih konflik dikalangan
pelajar kelak. Karena itu buku pelajaran
harus dipastikan bebas dari materi atau paham yang bisa menimbulkan konflik.
Sabaiknya, buku pelajaran harus berisi ajaran akhlak mulia yang bisa mencegah
pecahnya konflik vertical maupun horizontal.[2]
Kurikulum, materi ajar, cara
mengajar tidak jauh beda seperti kebutuhan manusia yang selalu bertambah terus
sesuai dengan tuntutan masa, demikian pula dengan kurikulum atau materi ajar,
begitu juga halnya mempelajari bahasa asing seperti bahasa Arab jelas
membutuhkan penyusunan materi yang inovatif supaya dapat mencapai tujuan
pembelajaran yang baik.
Antara pendidik, peserta didik dan materi ajar (buku teks)
haruslah berjalan seirama maka akan dapat menghasilkan pembelajaran secara
maksimal. Pada kesempatan ini pemakalah akan menulis cara-cara penyusunan materi
pembelajaran bahasa arab yang diharapkan bisa
memberikan keberhasilan pembelajaran.
Supaya pembelajaran bahasa Arab dapat terlaksana dengan baik, hendaknya
ditunjang dengan sumber dan materi yang memadai. Dari sekian banyak elemen
pembelajaran bahasa Arab, materi pelajaran merupakan salah satu sarana yang
penting untuk tercapainya tujuan pembelajaran. Pada umumnya, materi-materi
pelajaran tersusun dalam buku teks (textbook), dan sebuah buku teks
haruslah mempunyai tujuan yang jelas. Kemudian, faktor penggunaan buku ajar
(buku teks) dalam pembelajaran juga menjadi sesuatu yang urgen, karena
peranannya di samping pendidik hingga saat ini, masih menjadi instrumen yang
cukup menentukan keberhasilan pembelajaran.[3]
Dalam buku ini
terdiri dari enam pokok bahasan yang meliputi berbagai tema, salah satu
diantaranya adalah tema yang menjelaskan tentang fasilitas umum yang ada di
sekolah. Tema yang disajikan dalam setiap pokok bahasan mengandung aspek keterampilan yang memenuhi kelayakan
isi dan penyajian setiap bahan ajar yang disampaikan.
B. Pembahasan
1. Teori Pengembangan Bahan Ajar Bahasa Arab
Analisis dalam kamus besar bahasa indonesia
adalah penguraian suatu pokok atas berbagai bagianya dan penelaahan bagian itu
sendiri serta hubungan atar bagian memperoleh pengertian yang tepat dan
pemahaman arti keseluruhan.[4]
Ada banyak term
tentang bahan Bahan ajar yang dikemukan oleh praktisi maupun ahli pendidikan,
namun pada prinsipnya sama bahwa bahan ajar merupakan bahan-bahan atau materi
pelajaran yang disusun secara lengkap dan sistematis berdasarkan
prinsip-prinsip pembelajaran yang digunakan guru dan siswa dalam proses pembelajaran.
Bahan ajar bersifat sistematis artinya disusun secara urut sehingga memudahkan
siswa belajar. Di samping itu, bahan ajar juga bersifat unik dan spesifik. Unik
maksudnya bahan ajar hanya digunakan untuk sasaran tertentu dan dalam proses
pembelajaran tertentu, dan spesifik artinya isi bahan ajar dirancang sedemikian
rupa hanya untuk mencapai kompetensi tertentu dari sasaran tertentu.[5]
Buku ajar
adalah buku teks yang digunakan sebagai rujukan standar pada mata pelajaran
tertentu. Ciri-ciri buku ajar adalah:[6]
1.
Sumber materi ajar
2.
Menjadi referensi baku untuk mata pelajaran tertentu
3.
Disususn sistematis dan sederhana
4.
Disertai petunjuk pembelajaran
Pendapat lain menjelaskan bahwa buku teks atau
bahan ajar adalah buku acuan wajib yang digunakan di sekolah yang memuat materi
pembelajaran dalam rangka peningkatan keimanan dan ketakwaan, budi pekerti dan
kepribadian, kemampuan penguasaan ilmu pengetahuan dan teknologi, peningkatan
kepekaan dan kemampuan estetis, serta potensi fisik dan kesehatan yang disusun
berdasarkan standar nasional pendidikan.[7]
2. Gambaran buku teks siswa Madrasah Aliyah durusu al-lughati al-‘arabiyyah karya
Kementrian Agama Republik Indonesia
a.
Profil Buku
Judul Buku : Durusu al-lughati al-‘arabiyyah Buku Siswa Bahasa Arab Pendekatan Saintifik Kurikulum 2013
Konstributor Naskah : Zaenal
Muttaqin, Momon Mujiburrohman, Faruq Baharudin
Penelaah : Ahmad Taufiq
Wahyudin AS
Penyelia Penerbitan : Direktorat Pendidikan Madrasah
Direktorat Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama Republik Indonesia
Kota Tebit : Jakarta
Penerbit : Kementrian Agama
Republik Indonesia
Cetakan : Ke- 1
Tahun terbit : 2014
3. Struktur
KI dan KD Materi Ajar Bahasa Arab Topik Ketiga
|
KOMPETENSI INTI
|
KOMPETENSI DASAR
|
|
1. Menghargai
dan menghayati ajaran agama yang
dianutnya
|
1.1.
mensyukuri kesempatan dapat mempelajari bahsa arab sebahgai bahasa pengantar
komunikasi internasional dan bahsa pengantar
|
|
2. Menghargai
dan menghayati perilaku jujur, disiplin, tanggung jawab, peduli (toleransi,
gotong royong), santun, percaya diri, dalam berinteraksi secara efektif
dengan lingkungan sosial dan alam dalam jangkauan pergaulan dan keberadaannya
|
2.1.Menunjukkan perilaku jujur
dan percaya diri dalam berkomunikasi dengan lingkungan sosial sekitar rumah
dan sekolah.
2.2. Menunjukkan perilaku motivasi
internal (intrinsik) untuk pengembangan kemampuan berbahasa.
2.3.Menunjukkan sikap bertanggung jawab
dalam mempraktikkan bahasa Arab sebagai bahasa komunikasi internasional dan
pengantar dalam mengkaji khazanah keislaman.
|
|
3. Memahami
pengetahuan (faktual, konseptual, dan prosedural) berdasarkan rasa ingin
tahunya tentang ilmu pengetahuan, teknologi, seni, budaya terkait fenomena
dan kejadian tampak mata
|
3.1.Mengidentifikasi
bunyi kata, frasa, dan kalimat bahasa Arab yang berkaitan dengan:
اللتعريق ياالنقس
وبالعاملين في المدؤسة ؛الأاوانو
Baik secara lisan maupun tertulis.
3.2. Melafalkan bunyi huruf, kata, frasa, dan
kalimat bahasa Arab yang berkaitan dengan:
اللتعريق ياالنقس
وبالعاملين في المدؤسة ؛الأاوانو
3.3. Menemukan makna atau gagasan
dari ujaran kata, frasa, dan kalimat bahasa Arab yang berkaitan dengan:
اللتعريق ياالنقس
وبالعاملين في المدؤسة ؛الأاوانو
|
|
4. Mencoba, mengolah, dan menyajikan dalam ranah konkrit (mengunakan,
menguarai, merangkai, memodifikasi, dan membuat) dan ranah abstrak (menulis
membaca, menghitung, menggambar, dan mengarang) sesuai dengan yang dipelajari
di madrasah dan sumber dalam sudut pandang atau teori.
|
1.4.1
mendemonstrasikan
ungkapan sederhana tentang:
اللتعريق
ياالنقس وبالعاملين في المدؤسة ؛الأاوانو
Dengan memperhatika struktur teks dan unsur
kebahagiaan yang benar dan sesuai konteks
1.4.2
Menunjukkan contoh ungkapan sederhana untuk
menyatakan, menanyakan dan merespon tentang:
اللتعريق ياالنقس وبالعاملين في المدؤسة ؛الأاوانو
dengan memperhatikan struktur teks dan unsur kebahasaan yang benar dan
sesuai konteks
1.4.3
Menyampaikan
berbagai informasi lisan sederhana
tentang:
اللتعريق ياالنقس وبالعاملين في المدؤسة ؛الأاوانو
|
5. Tinjauan
dari segi kelayakan penyajian
Dalam
hal kelayakan penyajian, ada tiga indikator yang harus diperhatikan, yaitu, tehnik
penyajian, penyajian pembelajaran dan kelengkapan penyajian.[8]
a. Tehnik penyajian
Indikator teknik penyajian buku teks diarahkan
pada hal-hal berikut:
1)
Sistematika penyajian, setiap bab dalam buku teks minimal
memuat pembanhkit motivasi, pendahuluan, dan isi.
2)
Keruntutan penyajian, penyajian dalam buku teks sesuai
dengan alur berfikir induktif atau deduktif dan materi prasyarat disajikan
mendahului materi pokok sehinggga siswa dapat memahami pokok dengan baik.
3)
Keseimbangan antar bab, uraian subtansi antar bab
(tercermin dalam jumlah halaman) tersaji secra proporsional dengan tetap
mempertimbangakan SK dan KD. Uraian subtansi antar sub bab daalam bab
(tercermin dalam jumlah halaman) juga tersaji secara proporsional dengan
mempertimbangkan KD yang ingin dicapai.
b.
Penyajian pembelajaran
Indikator penyajian pembelajaran dalam buku teks
diarahkan pada hahl-hal berikut:
1)
Berpusat pada siswa
2)
Mengembangkan
keterampilan proses, penyajian dan pembahasan dalm buku teks lebih
menekankan pada keterampilan proses (berpikir dan Psikomotorik) sesuai dengan
kata kerja oprasional pada SK dan KD, bukan hanya pada perolehan hasil akhir.
3)
Memerhatikan aspek keselamatan kerja, kegiatan yang
disajikan untuk mengembangkan keterampilan pross amman dilakukan oleh siswa.
Bahan, perlatan, tempat, dan bentuk kegiatan yang dilakuakan tidak mengandung
bahaya bagi siswa. Apabila ada resiko
bahaya, maka perlu ada petunjuk yang jelas.
c.
Pendukung penyajian
Adapun indikator pendukung penyajian haruslah merujuk
pada kriteri sebagai berikut:[9]
1)
kesesuaian dan
ketepatan ilustrasi,
2)
Advance
Organizier pada awal bab, artinya terdapat uraian tentang apa yang akan dicapai
peserta didik setelah mempelajari bab tersebut dalam upaya membangkitkan
motivasi belajar
3)
peta konsep
pada setiap awal bab dan rangkuman pada setiap akhir bab,
4)
soal latihan
pada setiap akhir bab,
5)
Rujukan/Sumber
acuan termasa untuk teks, tabel, gambar dan lampiran artinya sumber rujukan,
informasi yang dijadikan acuan dalam buku teks berdasarkan perkembangan zaman
saat ini atau kurikulum yang berlaku,
6)
ketepatan
penomoran dan penamaan tabel, gambar, dan lampiran
d.
Kelengkapan pennyajian
Indikator kelengkapan penyajian dalam buku teks haruslah mengaarah pada hal-hal
sebahgai berikut:
1)
Bagian pendahulu, pada awal buku teks tredapat prakata,
petunjuk pengunaan, dan daftar isi, daftar simbol atau notasi.
2)
Bagian isi, penyajian materi dalam buku teks dilengkapi
dengan gambar, ilustrasi, tabel, rujukan atau sumebr acuan, soal latihan
bervariasi dan bergradasi, atau rangkuman setiap bab.
3)
Bagian penyudahan, pada akhir buku teks terdapat daftar
pudtaka, indeks subjjek, daftar istilah (glosarium) atau petunju
pengerjaan (hint) Jawaban soal latihan terpilih. Apabila tidak terdapat
awal buku, daftar simbol atau notasi dapat dicantumkan pada akhir buku.
6.
Analisis Evaluasi Bahan
Ajar Siswa Madrasah Tsanawiyah Kelas VII Durusu Al-Lughati Al-‘Arabiyyah Mencakup Ranah Kogninif, Afektif
dan Psikomotorik
Secara khusus, tujuan pelaksanaan evaluasi dalam
pendidikan adalah untuk mengetahui kadar pemilikan dan pemahaman peserta didik
terhadap materi pelajaran, baik dalam aspek kognitif,
psikomotorik maupun afektif. Dalam pendidikan, tujuan secara umum evaluasi lebih ditekankan
pada penguasaan sikap (afektif dan psikomotor)
ketimbang aspek kognitif.[10]
Dalam membuat instrumen penilaian perlu
dipertimbangkan ranah atau domain pembelajaran, apakah untuk meningkatkan
kemampuan mental, otak, akal (kemampuan berfikir/intellectus); atauuntuk
meningkatkan kemampuan bersikap (values), berperilaku, berakhlak, atau untuk
meningkatkan kemampuan kinerja atau skill.
a)
Pengukuran kognitif
Aspek
kognitif menjadi aspek utama dalam banyak kurikulum pendidikan dan menjadi
tolok ukur penilaian perkembangan anak. Kognitif yang berasal dari bahasa
latin cognitio memiliki arti pengenalan, yang mengacu
kepada proses mengetahui maupun kepada pengetahuan itu sendiri. Dengan kata
lain, aspek kognitif merupakan aspek yang berkaitan dengan nalar atau proses
berpikir, yaitu kemampuan dan aktivitas otak untuk mengembangkan kemampuan
rasional.[11]
b)
Pengukuran ranah Afekif
Ranah afektif adalah ranah yang
berkaitan dengan sikap dan nilai. Sikap
adalah salah satu istilah bidang psikologi yang berhubungan dengan
persepsi dan tingkah laku. Istilah sikap dalam bahasa Inggris disebut attitude.
Attitude adalah suatu cara bereaksi terhadap suatu perangsang. Suatu
kecenderungan untuk bereaksi terhadap suatu perangsang atau situasi yang
dihadapi. Ellis mengatakan bahwa sikap melibatkan beberapa pengetahuan tentang
situasi, namun aspek yang paling esensial dalam sikap adalah adanya perasaan
atau emosi, kecenderungan terhadap perbuatan yang berhubungan dengan
pengetahuan.[12]
c)
Pengukuran
psikomotorik
Pengukuran ranah piskomotorik merupakan merupakan pengukuran yang dilakukan dengan
mengamati kegiatan peserta didik dalam
melakukan sesuatu. Penilaian ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian.
Adapun kompetensi-kompetensi penialain dalam ranah psikomotorik yang perlu
diperhatikan adalah sebagai berikut:[13]
|
Tingkat
kompetensi
|
Contoh kata
kerja oprasional
|
|
Meniru
|
Mengulangi, mengikuti, memegang, menggambar, mengucapkan,
melakukan
|
|
Manipulasi
|
Mengulangi,
mengikuti, memegang, menggambar, mengucapkan, melakukan, (tidak melihat
contoh/tidak mendengar suara)
|
|
Ketepatan
gerakan
|
Mengulangi,
mengikuti, memegang, menggambar, mengucapkan, melakukan, (tepat, lancar tanpa
kesalahan)
|
|
Artikulasi
|
Menunjukkan
gerakan, akurat benar, kecepatan yang tepat, sifatnya: selaras, stabil dan
sebagainya.
|
|
Tingkat Kompetensi
|
contoh kata kerja oprasional
|
|
Naturalisasi
|
Gerakan
spontan/otomatis, tanpa Berpikir melakukan dan urutannya
|
Penilaian
ini cocok digunakan untuk menilai ketercapaian kompetensi yang menuntut peserta
didik menunjukkan unjuk kerja. Karena dalam penyajian Evaluasi akhi bahan ajar yang lebih berfokus pada penilaian
psikomotorik.
C . Hasil Penelitian
Metode penelitian ini menjelaskan rencana dan proses penelitian yang akan
dilakukan peneliti untuk mendapatkan jawaban dari permasalahan penelitian Penelitian
yang penulis lakukan termasuk dalam jenis penelitian literatur atau disebut juga penelitian
kepustakaan atau library research. Library research adalah jenis penelitian
yang dilakukan oleh seorang penulis dengan cara mengumpulkan data-data dari
buku, jurnal, kitab, artikel, dan tulisan-tulisan tertentu.[14]
Penelitian ini dilihat dari aspek penyajiaan, bahwasanya buku Durusu
Al-Lughati Al-‘Arabiyyah MTS kelas VII telah memenuhi
kriteria buku teks yang baik dari segi tehnik penyajian, penyajian
pembelajaran, dan kelengkapan penyajian.
Analisis terhadap buku teks
berdasarkan tehnik penyajian yaitu sistematika buku sudah sesuai dengan
penyajian, akan tetapi kurang dilengkapi dengan petunjuk
pengunaan atau pemakaian buku siswa, pembangkit motivasi pada
setiap awal bab. pada kelengkapan
penyajian dalam buku teks juga sudah memenuhi sebagian besar kriteria bahan
ajar yang baik, akan tetapi dalam
penilaian kelayakan penyajian tidak dicantumkan rangkuman pada setiap bab, dan daftar istilah (glosarium).
D. Penutup
Dari
hasil analisis yang telah dilakukan pada buku teks pendidikan bahasa Arab Madrasah
Tsanawiyah Negri Kelas VII karya kementrian agama, yang ditinjau
bberdasarkan aspek penilaian kelayakan penyajian menurut badan standar nasional
pendidikan (BSNP), peneliti dapat menyatakan bahwa buku ajar ini cukup layak
digunkan oleh peserta didik tingkat madrasah tsanawiyah kelas VII
sebagai bahan ajar yang dapat menunjang tercapainya pembelajaran bahasa Arab.
Terdapat beberapa
kesimpulan yang dapat diambil dari uraian hasi analisis pada pembahasan, tehnik
penyajian dalam buku ini sudah sesuai dengan indikator yang dirumuskan BSNP
dalam hal menguji kelayakan buku. Akan tetapi pada bagian pendahuluan bab tidak
ada petunjuk pengunaan atau pemakaian
buku siswa, pembangkit
motivasi pada setiap awal bab. Dan pada
akhir buku tidak dicantumkan daftar istilah (glosarium).
DAFTAR PUSTAKA
Ahmad Fadli. 2016. Analisis buku teks pendidikan
bahasa arab smp/mts muhammadiyah kelas IX karya badrudin A.R.K., S.AG.,
M.S.I. (tinjauan dari segi kelayakan isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikan. skripsi:
FITK IAIN Kalijaga Yogyakarta.
Ananda Rusydi dkk. 2014. Evaluasi Pembelajaran. Cet;
1, Bandung: Citapustaka Media.
Rusdiana
dan Elis Ratnawulan. 2014. Evaluasi pembelajaran dengan pendekatan kurikulum
2103, Bandung: Penerbit Pustaka Setia Bandung.
https://dosenpsikologi.com/kognitif-afektif-dan-psikomotorik. diakses pada 12 januari 2020
pukul 9:50.
Musfah
Jejen. 2018. Analisi Kebijakan Pendidikan Mengurai Krisis Karakter Bangsa.
Cet; 1. Jakarta: Kencana.
Kamidah. 2016. “Analisis
Buku Teks “Bahasa Arab Madrsah Tsanawiyah Kelas VII” (Tinjauan Psikologi
Perkembangan Kognitif Remaja), skripsi, Yogyakarta: Universitas Islam
Negeri Sunan Kalijaga,.
Astuti
Ruli dan Khizanatul Hikmah. 2018. Analisis Perbandingan Kualitas Buku Teks
Bahasa Arab Ta’lim Al-Lughoh Al-Arobiyah Dan Al-‘Ashri : Kajian Isi, Penyajian
dan Bahasa. Halaqa: Islamic Education Journal UMS.
Abidin Kusmaningsih Gusti. 2016. Analisis Kelayakan Buku Ajar Bahasa
Arab Durus Al-Lughah Al-‘Arabiyyah Kelas X Madrasah Aliyah. Skripsi
Sarjana, Fakultas Ilmu tarbiyah dan keguruan IAIN Purwokerto. Purwokerto.
Syaifullah
Muhammad dan Nailul Izazah. 2019. Kajian Teoritik Pengembangan Bahan Ajar
Bahasa Arab, Vol; 3. No. 1, Arabiyatuna: Jurrnal Bahasa Arab.
Retnoningsih Ana dan Suharso. 2009. Kamus
Besar Bahasa Indonesia, (Semarang: Widya Karya.
Nurbayan
Yayan. 2008. Metodologi Pembelajaran Bahasa Arab. tc.Zein al-Bayan;
Bandung.
Zulhanan. 2015. Tehnik pembelajaran bahasa arab Interaktif. Tc. Jakarta:
Pt Raja Grafindo Persada.
[1]Kamidah, “Analisis Buku Teks “Bahasa Arab
Madrsah Tsanawiyah Kelas VII” (Tinjauan Psikologi Perkembangan Kognitif
Remaja), skripsi, (Yogyakarta: Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga,
2016), h. 12.
[2]
Jejen Musfah, Analisi Kebijakan Pendidikan Mengurai Krisis Karakter Bangsa,
Cet; 1 (Jakarta: Kencana, 2018). h. 8.
[4]Suharso dan Ana Retnoningsih, Kamus Besar
Bahasa Indonesia, (Semarang: Widya Karya, 2009), h. 37.
[5]
Muhammad Syaifullah dan Nailul Izazah, Kajian Teoritik Pengembangan Bahan
Ajar Bahasa Arab, Vol; 3. No. 1, Arabiyatuna: Jurrnal Bahasa Arab, 2019. h.
4.
[6] Kusmaningsih Abidin Gusti, Analisis Kelayakan Buku Ajar Bahasa Arab
Durus Al-Lughah Al-‘Arabiyyah Kelas X Madrasah Aliyah, (Skripsi Sarjana,
Fakultas Ilmu tarbiyah dan keguruan IAIN Purwokerto, Purwokerto, 2016). hal.
15.
[7] Zulhanan, Tehnik pembelajaran bahasa arab Interaktif, tc, (Jakarta: Pt
Raja Grafindo Persada, 2015), h. 149-150.
[8] Ahmad Fadli, Analisis buku teks pendidikan bahasa arab smp/mts
muhammadiyah kelas IX karya badrudin A.R.K., S.AG., M.S.I. (tinjauan dari
segi kelayakan isi, penyajian, bahasa, dan kegrafikan), (skripsi: FITK IAIN
Kalijaga Yogyakarta, 2016), h. 49.
[9]
Khizanatul Hikmah dan Ruli Astuti, Analisis Perbandingan Kualitas Buku Teks
Bahasa Arab Ta’lim Al-Lughoh Al-Arobiyah Dan Al-‘Ashri : Kajian Isi, Penyajian
dan Bahasa, (Halaqa: Islamic Education Journal UMS, 2018,), h. 18.
[10]
Elis Ratnawulan dan Rusdiana, Evaluasi pembelajaran dengan pendekatan
kurikulum 2103,(Bandung: Penerbit Pustaka Setia Bandung, 2014), h. 11.
[11] https://dosenpsikologi.com/kognitif-afektif-dan-psikomotorik (
diakses pada 12 januari 2020 pukul 9:50.)
[12]
Asrul, Rusydi Ananda, dan Rosnita, Evaluasi Pembelajaran. Cet; 1,
(Bandung: Citapustaka Media, 2014), h. 102.
[14] Kusmaningsih Abidin Gusti, Analisis Kelayakan Buku Ajar Bahasa Arab
Durus Al-Lughah Al-‘Arabiyyah Kelas X Madrasah Aliyah,.. h.18.
Komentar
Posting Komentar